Perbedaan Karakteristik Cairan Pleura pada Penderita Keganasan Paru Primer dan Sekunder
Abstract
Efusi pleura merupakan salah satu komplikasi yang sering ditemukan pada pasien dengan keganasan paru, baik primer maupun sekunder. Perbedaan mekanisme patofisiologi pada kedua kondisi tersebut dapat menyebabkan perbedaan karakteristik cairan pleura. Analisis cairan pleura penting dalam mendukung diagnosis dan menentukan tata laksana yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan karakteristik cairan pleura pada penderita keganasan paru primer dan sekunder di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar tahun 2022–2024. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif retrospektif dengan pendekatan potong lintang. Sampel terdiri dari 64 pasien dengan efusi pleura akibat keganasan paru, yaitu 36 pasien dengan keganasan paru primer dan 28 pasien dengan keganasan paru sekunder. Data diperoleh dari rekam medis yang meliputi karakteristik makroskopis, parameter biokimia cairan pleura, dan klasifikasi berdasarkan kriteria Light. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan bermakna pada warna cairan pleura antara keganasan paru primer dan sekunder (p=0,012). Seluruh parameter biokimia yang diperiksa juga menunjukkan perbedaan bermakna antara kedua kelompok (p<0,05). Berdasarkan kriteria Light, efusi eksudatif lebih banyak ditemukan pada keganasan paru primer dibandingkan keganasan paru sekunder (p=0,017). Dengan demikian, terdapat perbedaan karakteristik cairan pleura secara makroskopis dan biokimia antara penderita keganasan paru primer dan sekunder.
Copyright (c) 2026 Luthfia Najla Muliadi Jelo, Edward Pandu Wiryansyah, Irna Diyana Kartika Kamaluddin, Sri Julyani, Reeny Purnamasari Juhamran

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
_(1).png)



1.jpg)
1.jpg)



.png)



