Karakteristik Pasien Retinopati Hipertensi di Klinik JEC Orbita Makassar

  • Muh Rafly Agung Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia
  • Sri Vitayani Bagian Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin, Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia, RSP Ibnu Sina YW UMI
  • Nur Aulia Departemen Ilmu Kesehatan Mata, Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia, RSP Ibnu Sina YW UMI
  • Ratih Natasha Departemen Ilmu Kesehatan Mata, Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia, RSP Ibnu Sina YW UMI
  • Andi Masdipa Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran universitas Muslim Indonesia, RSP Ibnu SIna YW UMI
Keywords: Retinopati hipertensi, karakteristik pasien, ketajaman penglihatan, derajat hipertensi

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan global yang dapat menyebabkan kerusakan organ target, termasuk retina, melalui mekanisme mikrovaskular yang dikenal sebagai retinopati hipertensi. Kondisi ini dapat menimbulkan gangguan penglihatan hingga kebutaan apabila tidak terdeteksi dan ditangani sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien retinopati hipertensi di Klinik Utama Mata JEC ORBITA Makassar periode Januari 2023–2025 berdasarkan usia, jenis kelamin, derajat hipertensi, derajat retinopati hipertensi, dan ketajaman penglihatan. Penelitian ini merupakan studi deskriptif observasional dengan rancangan potong lintang menggunakan data sekunder dari 70 rekam medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi karakteristik pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok usia terbanyak adalah ≥60 tahun (50%), dengan perempuan lebih dominan (64,29%). Berdasarkan derajat hipertensi, sebagian besar pasien berada pada hipertensi derajat 1 (47,14%), sedangkan derajat retinopati hipertensi terbanyak adalah derajat II (35,71%). Sebagian besar pasien memiliki ketajaman penglihatan kategori ringan. Hasil ini menunjukkan bahwa retinopati hipertensi lebih sering terjadi pada kelompok usia lanjut dan perempuan, dengan gangguan penglihatan yang umumnya masih ringan. Oleh karena itu, pemeriksaan funduskopi rutin pada pasien hipertensi dan pengendalian tekanan darah secara teratur sangat penting untuk mencegah progresivitas retinopati hipertensi dan risiko kebutaan.

Author Biography

Muh Rafly Agung, Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

 

 

Published
2025-12-30
Section
Articles