Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Praktik Istinsyaq pada Pasien Sinusitis

  • Muhammad Muflih Arafah Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia
  • Santriani Hadi Departemen Parasitologi, Fakultas kedokteran Universitas Muslim Indonesia
  • Zulfitriani Murfat Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia, Rumah Sakit Ibnu Sina YW – UMI
  • Andi Tenri Sanna Departemen Telinga Hidung Tenggorokan, Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia
Keywords: Sinusitis, istinsyaq, gangguan pernapasan, pengetahuan istinsyaq

Abstract

Sinusitis merupakan kondisi pada saluran pernapasan atas yang kerap muncul dan dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang. Selain dipicu oleh faktor lingkungan dan infeksi, kebersihan hidung yang tidak optimal juga memperbesar kemungkinan terjadinya sinusitis. Istinsyaq, yaitu tindakan menghirup air ke dalam hidung saat berwudhu dalam ajaran Islam, dianggap mampu membantu menjaga kebersihan rongga hidung serta mencegah timbulnya sinusitis. Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan antara tingkat pengetahuan dan praktik istinsyaq dengan kasus sinusitis. Penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional ini melibatkan 50 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner serta wawancara, kemudian dianalisis memakai uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang istinsyaq dengan derajat gejala sinusitis (p < 0,05). Selain itu, praktik istinsyaq yang baik juga berhubungan secara signifikan dengan derajat gejala sinusitis yang lebih ringan (p < 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa pasien dengan tingkat pengetahuan dan praktik istinsyaq yang lebih baik cenderung memiliki derajat gejala sinusitis yang lebih ringan. Oleh karena itu, edukasi mengenai istinsyaq yang benar dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif dalam penanganan sinusitis, khususnya pada masyarakat Muslim.

Published
2025-12-30
Section
Articles