Hubungan Kualitas Tidur dengan Stroke Iskemik di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar
Abstract
Stroke iskemik merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia. Selain faktor risiko yang dapat dimodifikasi, kualitas tidur menjadi aspek penting yang sering terabaikan pada pasien stroke iskemik. Kualitas tidur buruk pascastroke dapat memengaruhi proses pemulihan fisik maupun mental. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas tidur dan usia pada pasien stroke iskemik di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kualitas tidur buruk pada pasien. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan sampel 23 pasien stroke iskemik yang dirawat di Poliklinik Saraf Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar. Data diperoleh melalui kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan anamnesis faktor risiko stroke. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square untuk menilai hubungan antara usia dan kualitas tidur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien (91,3%) memiliki kualitas tidur buruk, sedangkan hanya 8,7% menunjukkan kualitas tidur baik. Uji Chi-Square memperlihatkan adanya hubungan signifikan antara usia dan kualitas tidur (p = 0,045), di mana usia yang lebih tua cenderung mengalami kualitas tidur yang lebih buruk. Temuan ini menegaskan bahwa kualitas tidur yang buruk merupakan masalah umum pada pasien stroke iskemik, terutama pada kelompok usia lanjut. Oleh karena itu, perhatian terhadap kualitas tidur perlu menjadi bagian integral dalam manajemen pasien stroke iskemik untuk mendukung pemulihan fisik dan mental yang optimal.
Copyright (c) 2025 Wira Yudha Tirta, Hermiaty Nasaruddin, Fadil Mula Putra, Mochammad Erwin Rachman, Ilma Khaerina Amaliyah B

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
_(1).png)



1.jpg)
1.jpg)



.png)



