Hubungan Lingkar Lengan Atas dan Konsumsi Tablet Tambah Darah Ibu Hamil terhadap Kejadian BBLR

  • Nurul Hafiza Fakultas Kedokteran UMI
  • Hermiaty Nasaruddin Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia
  • Fadil Mula Putra Bagian Orthopedi dan Traumatologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia
  • M. Hamsah Bagian Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Muslim Indonesia
  • Nesyana Nurmadilla Bagian Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia
Keywords: Bblr, lingkar lengan atas, tablet tambah darah

Abstract

Keadaan BBLR pada bayi berdampak pada pertumbuhannya setelah lahir, berdasar data WHO dampak terbesar dari keadaan BBLR ini adalah kematian pada bayi yang baru lahir. Untuk melihat keadaan BBLR dapat dilakukan pengukuran antropometri berupa lingkar lengan atas semasa hamil dan juga melalui kepatuhan konsumsi tablet tambah darah selama 3 trimester. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan ukuran lingkar lengan atas (LILA) dan konsumsi tablet tambah zat besi ibu hamil terhadap kejadian BBLR bayi di RSKDIA Siti Fatimah Makassar. Bahan yang digunakan ialah rekam medik ibu yang melahirkan di RSKDIA Siti Fatimah Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional, analisis data dilakukan dengan metode chi-square. Hasil penelitian ini didapatkan sebanyak 19 ibu yang lingkar lengan atas kurang dan bayinya lahir BBLR sedangkan 39 ibu yang lingkar lengan atas baik dan bayinya lahir BBLR. Sedangkan untuk konsumsi tablet tambah darah didapat 31 ibu yang konsumsi tablet tambah darah tidak lengkap dan melahirkan bayi BBLR, sedangkan 27 ibu yang konsumsi tablet tambah darah lengkap dan melahirkan bayi BBLR.  Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara ukuran lingkar lengan atas ibu hamil dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah terhadap kejadian BBLR di RSKDIA Siti Fatimah Makassar.

Published
2024-11-30
Section
Articles